BOJONEGORO, mbsalamin.com – (10/03/2026) Ratusan pasang mata menyimak dengan seksama ketika psikolog Derny Irawati, S.Psi., Psi, mengupas tuntas tentang jaringan neuron di dalam otak anak. Di Aula Taqwa Bojonegoro, suasana sore itu berubah menjadi ruang refleksi mendalam bagi para orang tua. Bukan sekadar ceramah parenting biasa, acara yang digelar pada 21 Ramadhan 1447 H ini menjadi momentum krusial untuk menyelaraskan peran pondok dan keluarga dalam mencetak generasi berkarakter.
Dengan tema “Jadilah Orang Tua yang Dicintai, Bukan Penguasa yang Ditakuti”, kegiatan ini dihadiri oleh seluruh elemen stakeholder pondok. Mulai dari anggota Badan Pengelola Pondok (BPP), dewan guru, hingga para wali santri yang memenuhi aula, semuanya larut dalam atmosfer edukasi yang menekankan pentingnya kesehatan mental dalam tumbuh kembang anak.
Mengawali acara, Mudir PP MBS Al Amiin Religi, Ustadz M. Hafidz Syarifuddin, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas antusiasme para wali santri. “Terima kasih atas kehadiran Bapak dan Ibu. Kehadiran Anda adalah bukti nyata kolaborasi kita dalam mendidik putra-putri kita,” ujarnya.
Dalam laporannya, Ustadz Hafidz memaparkan capaian membanggakan selama Ramadan. Ia mengungkapkan bahwa program *Qotmul Qur’an* berjalan luar biasa dengan masing-masing santri menuntaskan minimal dua kali khatam, bahkan ada yang mencapai 10 kali khatam selama 20 hari terakhir. Lebih dari itu, sekitar 50 santri diterjunkan untuk menjadi imam dan petugas kultum Tarawih di 25 masjid dan musholla yang tersebar di Bojonegoro dan Tuban. “Ini adalah bagian dari pembentukan karakter dan pengabdian masyarakat,” tegasnya.
Tak hanya itu, pesantren yang mengusung label riset dan teknologi ini juga resmi membentuk tim riset internal yang terdiri dari sembilan guru dan satu doktor. Tim ini nantinya akan menjadi ujung tombak pembimbingan setiap kegiatan riset di lingkungan pondok, menegaskan komitmen MBS Al Amiin sebagai institusi yang memadukan nilai agama dengan kemajuan ilmu pengetahuan.
Puncak acara diawali dengan pengukuhan Pengurus Ikatan Wali Santri (IKWAS) periode baru yang dilakukan langsung oleh Mudir. Setelah itu, Derny Irawati naik ke panggung dan langsung mencuri perhatian. Dengan pendekatan ilmiah, ia menjelaskan bagaimana perilaku orang tua yang toksik—seperti overkontrol, ekspektasi tidak realistis, atau kekerasan verbal—dapat mengganggu jaringan *neuron* di otak anak.
“Dalam otak anak, ada miliaran *neurotransmitter* yang menghubungkan jutaan jaringan neuron. Jika lingkungan, terutama dari orang tua, penuh tekanan dan ketakutan, maka koneksi ini terganggu. Akibatnya, daya pikir, stabilitas mental, bahkan karakter anak akan ikut terganggu,” papar Derny di hadapan para hadirin yang terpaku mendengarkan.
Ia mengajak para wali untuk meninggalkan pola pengasuhan otoriter. “Jangan jadi penguasa yang ditakuti. Jadilah orang tua yang dicintai, agar anak tumbuh dengan rasa aman, bukan luka,” imbuhnya. Sesi tanya jawab yang berlangusng hangat menjadi penutup acara, menunjukkan betapa besar kehausan para orang tua akan ilmu pengasuhan modern yang berbasis psikologi dan nilai-nilai Islami.
Melalui kegiatan ini, PP MBS Al Amiin Religi kembali menegaskan peran strategisnya. Bukan hanya sebagai tempat menimba ilmu agama, tetapi juga sebagai mitra bagi orang tua dalam membangun benteng karakter santri yang kokoh, baik secara spiritual, intelektual, maupun emosional. (S.to/Red)
Source : MBS Al Amiin Libatkan Orang Tua Cegah “Toxic Parenting” – SMA MBS AL AMIN BOJONEGORO
Leave A Comment