BOJONEGORO, mbsalamin.com – PP MBS Al Amin Religi Bojonegoro menjadi tuan rumah dialog bertajuk “Arah Kebijakan dan Strategi Pengembangan Pendidikan Nasional” pada Sabtu (22/6/2025). Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Mariman Darto, Staf Ahli Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, serta dihadiri oleh sejumlah tokoh pendidikan di Bojonegoro, antara lain Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro Drs. H. Suwito, M.Si., Ketua Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Bojonegoro, Mudir PP MBS Al Amin Religi, BPP PP MBS Al Amin Religi, serta perwakilan sekolah-sekolah sekitar, termasuk SD Muhammadiyah 1, SMP Muhammadiyah 2, SMP Muhammadiyah 9, SMA Muhammadiyah 1, dan SMP/SMA MBS Al Amin Religi Bojonegoro.
Dalam sambutannya, Ketua PDM Bojonegoro, Drs. H. Suwito, M.Si., menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya dialog ini. “Saya bersyukur dan sangat senang atas terselenggaranya kegiatan ini serta kunjungan Dr. Mariman Darto ke Bojonegoro. Semoga dalam forum yang santai ini menumbuhkan ide-ide kreatif dan membangun untuk kemajuan pendidikan, khususnya di Bojonegoro,” ujarnya.
Dr. Mariman Darto dalam pemaparannya memberikan apresiasi tinggi kepada Muhammadiyah. “Kami di Kementerian sangat mengapresiasi perjuangan Muhammadiyah dalam mencerdaskan anak-anak bangsa. Muhammadiyah memiliki andil sangat besar, mulai dari sebelum kemerdekaan hingga saat ini, dalam mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia, khususnya di bidang pendidikan,” paparnya.
Lebih lanjut, Dr. Mariman memaparkan konsep deep learning yang digagas Kemendikdasmen untuk menciptakan siswa yang kritis, mampu mengeksplorasi pembelajaran, dan tidak hanya menerima materi secara pasif dari guru. “Pendidikan berkesadaran membutuhkan dukungan dari banyak faktor, termasuk keluarga, masyarakat, sekolah, dan media,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya mewujudkan visi pendidikan Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global. “Kita harus membangun sekolah yang berkemampuan global, memiliki kompetensi khusus, dan menjadi kepercayaan orang tua. Untuk itu, pemimpin lembaga pendidikan harus memiliki jiwa kewirausahaan—kreatif, inovatif, dan interpretatif. Semua ini bisa terwujud melalui pendekatan deep learning,” tegasnya.
Dialog ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menyelaraskan kebijakan pendidikan nasional dengan pengembangan pendidikan di tingkat daerah, khususnya di Bojonegoro. Dengan semangat kolaborasi, diharapkan Muhammadiyah dan lembaga pendidikan lainnya dapat terus berkontribusi menciptakan generasi unggul dan berdaya saing global. (S.to/Red)
Leave A Comment