BOJONEGORO – Pesantren MBS Religi Al-Amin di Bojonegoro telah lama dikenal sebagai lembaga pendidikan yang mengutamakan pendalaman ilmu agama, khususnya dalam program tahfidz Al-Qur’an. Namun, dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, penting bagi pesantren ini untuk menyeimbangkan program tahfidz dengan riset dan teknologi guna mempersiapkan santri sebagai generasi yang mampu menghadapi tantangan masa depan.

Ust Samsul Huda Direktur MBS Religi AlAmin Bojonegoro mengatakan bahwa rogram tahfidz tetap menjadi fokus utama pesantren ini. Pendidikan Al-Qur’an adalah fondasi penting dalam membentuk karakter dan spiritualitas santri.

“Dengan memberikan perhatian yang memadai pada pembelajaran tahfidz, pesantren MBS Religi Al-Amin dapat menghasilkan hafiz dan hafizah yang kompeten dalam memahami, mengamalkan, dan menyebarkan ajaran Islam”. Tegasnya.

Pesantren ini juga harus mengembangkan program riset yang berkaitan dengan studi keislaman. Melalui kegiatan riset, santri dapat belajar untuk menjadi peneliti yang mampu menggali lebih dalam pemahaman tentang ajaran agama Islam, sejarah, filsafat, dan berbagai aspek lainnya.

“Pesantren dapat bekerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan tinggi dan akademisi untuk memfasilitasi penelitian dan mendorong inovasi dalam bidang keislaman”. Tegasnya lagi.

Ustadz Pujiadi, ahli pembelajaran berbasis Riset dan Teknologi dari BBPMP (Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan) Jateng mengatakan bahwa integrasi teknologi juga perlu diperhatikan.

“Pesantren MBS Religi Al-Amin harus memastikan bahwa santri dilengkapi dengan keterampilan teknologi yang relevan dengan perkembangan zaman. Santri perlu diajarkan tentang penggunaan perangkat lunak dan keras”. Ujar penulis beberapa judul buku berhubungan dengan ilmu matematika.

Ustadz Pujiadi menambahkan bahwa pesantren riset dan teknologi memberikan kesempatan bagi santri untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas tinggi dalam bidang riset dan teknologi.

“Mereka akan belajar tentang metode penelitian, analisis data, pengembangan teknologi, dan konsep-konsep ilmiah. Ini akan membantu mereka menjadi pemikir kritis dan inovatif, serta mempersiapkan mereka untuk berkarir di berbagai bidang teknologi”. Tambahnya.

Ustadz Mampuono ahli IT yang juga fasilitator pelatihan ini mengatakan bahwa pemanfaatan internet dengan bijak. Teknologi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperluas akses belajar, seperti pembelajaran online, penggunaan platform e-learning, dan aplikasi mobile yang mendukung proses pembelajaran.

“Penting bagi pesantren ini untuk mengintegrasikan program tahfidz, riset, dan teknologi secara holistik. MBS Religi Al-Amin dapat melibatkan guru-guru yang berkualitas dan terampil dalam bidang masing-masing”. Jelas Ustadz Mampuono yang telah menemukan berbagai proydan aplikasi berbasis IT.

Pesantren riset dan teknologi dapat menjadi pusat penelitian dan pengembangan. Santri dan guru dapat melakukan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan berkontribusi pada pengembangan teknologi yang bermanfaat. “Hal ini dapat membantu memajukan pengetahuan dan inovasi di bidang-bidang seperti pengetahuan, teknologi, pertanian, perikanan, energi terbarukan, kesehatan, makanan, minuman, dan lainnya”. Jelas Ustadz Mampuono lagi.

Ustadzah Maulida ahli kurikulum dan pembelajaran dari BBPMP Jateng ini mengatakan bahwa Pesantren dapat mengembangkan kurikulum yang menyelaraskan program-program riset dan teknologi ini sehingga santri mendapatkan pendidikan yang seimbang dan terpadu antara menghafalkan Al-Qur’an dan meningkatkan nalar kritis terkait ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Itu dapat dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan keterampilan riset dan teknologi. Misalnya, pelatihan riset, seminar, atau workshop terkait teknologi. Dengan demikian, santri akan memiliki kesempatan untuk mengembangkan minat dan bakat mereka di bidang riset dan teknologi sesuai gaya belajar masing-masing”. Ujar ahli pendidikan yang sudah melanglang buana memberikan pelatihan dan seminar, juga sebagai salah seorang tim pengembang sekolah unggulan di Semarang.

Sedangkan Ustadzah Tri Mulyani mengatakan bahwa Pesantren riset dan teknologi dapat menjadi tempat kolaborasi antara santri, ustad/ustadzah, dan komunitas profesional di bidang riset dan teknologi. Mereka dapat menjalin kemitraan dengan perguruan tinggi, lembaga riset, perusahaan, atau komunitas teknologi lainnya.

“Ini akan membuka peluang untuk berbagi pengetahuan, sumber daya, dan pengalaman, serta meningkatkan akses terhadap perkembangan terkini dalam bidang teknologi sebagai penguat program tahfidz di pesantren dan mereka para santri ketika lulus SMA akan mudah diterima di perguruan tinggi terkemuka”. Tegasnya

Ustadz Syaifulloh menambahkan Dengan menyeimbangkan program tahfidz, riset, dan teknologi, Pesantren MBS Religi Al-Amin Bojonegoro dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang holistik dan komprehensif.

“Pesantren ini akan melahirkan santri yang tidak hanya menghafalkan Al-Qur’an tetapi dapat menjadi “Kuntum khaira ummatin ukhrijat lin-nāsi ta`murụna bil-ma’rụfi wa tan-hauna ‘anil-mungkari wa tu`minụna billāh. “Kamu adalah umat terbaik yang dikeluarkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah.” Tegasnya.

Ustadz Zainudin berharap Pesantren riset dan teknologi dapat mendorong semangat kewirausahaan di kalangan santri. Mereka dapat belajar tentang pengembangan bisnis berbasis teknologi, inovasi produk, dan pengelolaan proyek.

“Pesantren ini dapat memberikan dukungan dan lingkungan yang memfasilitasi pengembangan usaha teknologi di kalangan santri, sehingga mereka dapat menciptakan lapangan kerja sendiri dan berkontribusi pada perekonomian. Kami di pesantren sudah memiliki SIMPONI (Simpil Ekonomi) yang sudah menjalankan 11 jenis usaha. Ini bisa digunakan para santri sebagai tempat para belajar wirausaha”. Harapnya.

Source : Menyeimbangkan Program Tahfidz, Riset dan Teknologi di Pesantren MBS Religi AlAmin Bojonegoro | Bersinergimu News