BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Santri Gloryum Generation menggelar Panggung Gembira ke-tiga Sabtu (17/12) malam di kompleks Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Al-Amin.
Angkatan ke-tiga PP MBS Al-Amin tersebut menampilkan berbagai kesenian yang dihadiri tamu undangan dan wali santri.
Tepuk tangan meriah para penonton mengiringi setiap penampilan para santri. Tak jarang penonton yang didominasi wali santri dan keluarga mengabadikan penampilan para santri. Berbagai penampilan disuguhkan, mulai monolog, teatrikal puisi, tari sarung hingga gloryum dance.
Katua Angkatan Gloryum Generation Kelana Yudinta Akbar mengatakan, acara Panggung Gembira bertujuan sebagai rasa syukur atas 6 tahun, sebagai santri di PP MBS Al-Amin Bojonegoro. Selain itu persembahan terakhir santri yang akan lulus kepada pondok yang telah menaungi selama ini.
Kelana menjelaskan, acara tersebut juga wahana pendidikan bagi para santri untuk menjadi pengatur acara hingga penampil pentas seni. Terdapat banyak sekali nilai pendidikan yang bisa diambil. Dibalik panggung dan acara megah tersebut, seluruhnya dari santri yang mengatur dan membuat.
“Acara ini juga menjadi tolak ukur keberhasilan pendidikan santri dalam segala lini kehidupan seperti apa yang telah ditanamkan Mudir MBS Al Amin, Ustadz H. Dr. Syamsul Huda, M.Pdi kepada kami,” ungkap siswa kelas 12 tersebut.
Santri asal Kabupatan Lamongan itu menerangkan, Panggung Gembira 2022 diprakarsai santri angkatan ketiga atau Gloryum Generation, yang dibina oleh Ustadz Ari Setiawan, S.Pd.
“Beliau membantu segala hal mulai dari pembuatan dekorasi, mengatur acara, dan kontribusi besarnya adalah motivasi yang ditanamkan kepada kami semua sehingga bisa memiliki pemahaman yang kuat dan kokoh,” terang siswa suka pelajaran sejarah tersebut.
Terdapat 18 santri Gloryum Generation sebagai penampil utama. Didukung oleh santri dari kelas 8 hingga 10 sebagai penampil pelengkap. Sebanyak 15 penampilan dari para santri ada dalam Panggung Gembira tahun ini.
“Garis besar tema penampilan kami adalah mengangkat budaya luhur nusantara dengan kemasan pendidikan modern yang islami,” jelasnya.
Generasi muda saat ini kurang memiliki atensi lebih terhadap budaya lokal. Selain itu, ditambah dengan degradasi moralitas dan spiritualnya. Sehingga, perlu mengangkat citra pendidikan yang islami dengan dibalut pentas seni yang menggembirakan bagi semua.
“Kami berusaha tularkan fondasi pemahaman yang kokoh yang telah ditanamkan pondok dalam jiwa kami sehingga Panggung Gembira 603 Gloryum Generation menjadi sarana edukasi dan pertunjukkan santri siswa akhir PP MBS Al Amin Bojonegoro dalam melengkapi kisah 6 tahun keparipurnaan,” ungkapnya.
Pengasuh atau Mudir PP MBS Al Amin, Ustadz H. Dr. Syamsul Huda, M.Pdi mengapresiasi penampilan para santri. Nilai 10,5 diberikan pada penyelenggaraan Panggung Gembira ke-tiga tersebut.
“Naik dari penyelenggaraan sebelumnya dengan nilai 10,” ungkapnya.
Ustadz Huda sapaanya menjelaskan Panggung Gembira tahun ini bertema Menggemakan Nilai Luhur Negeri Dalam Harmoni Satu Windu. Tentu menampilkan seluruh potensi terpendam yang dimiliki santri yang belum tersalurkan atau terwadahi.
“Potensi terpendam non akademik,” jelasnya.
Ustadz Huda menerangkan nilai islam, muhammadiyah, dan kebinekaan bangsa Indonesia menjadi dasar penampilan para santri. Termasuk unsur kebudayaan dari wilayah Papua ditampilkan. (irv/*)
Source : Menggemakan Nilai Luhur Negeri dalam Harmoni Satu Windu | Radar Bojonegoro (jawapos.com)
Leave A Comment