BOJONEGORO, bersinergimu.com – Dalam upaya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan membawa inovasi ke dalam proses pembelajaran, Pondok Pesantren MBS RELIGI Al Amin Bojonegoro telah menyelenggarakan kegiatan Capacity Building yang sangat berarti bagi Ustad/Ustadzahnya. Acara ini merupakan langkah progresif yang bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai agama, terutama dari Al-Quran dan Hadits, dalam pembelajaran riset dan teknologi.

Acara CB ini menghadirkan narasumber, Syaifulloh El-Jombangi, yang memberikan panduan berharga tentang cara menggabungkan aspek-aspek agama dalam pembelajaran berbasis riset dan teknologi. Acara ini diikuti oleh para Ustad/Ustadzah yang berkualitas tinggi dari SMP dan SMA Pondok Pesantren MBS RELIGI Al Amin Bojonegoro.

Materi yang disampaikan dalam Capacity Building ini mencakup konsep-konsep yang inovatif untuk mengembangkan pemahaman siswa tentang agama dalam konteks riset dan teknologi. Peserta dengan antusias mengikuti diskusi, berbagi ide, dan merancang pendekatan pembelajaran yang lebih holistik.

Siswanto sebagai kepala sekolah dari SMP dan SMA MBS RELIGI Al Amin Bojonegoro merasa sangat berterima kasih kepada Syaifulloh El-Jombangi atas kesempatan yang luar biasa ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah kami.

Materi Capacity Building yang disampaikan oleh narasumber adalah sebuah pencerahan bagi kami dan para guru di sekolah ini. Kami sangat mengapresiasi pendekatan yang dlakukan dalam mengintegrasikan nilai-nilai agama, terutama dari Al-Quran dan Hadits, dalam pembelajaran riset dan teknologi. Hal ini sejalan dengan visi dan misi sekolah kami untuk menghasilkan siswa yang cerdas, berakhlak, dan berdaya saing.

“Kami sangat bangga melihat semangat dan antusiasme para guru dalam mengikuti pelatihan ini. Kami yakin bahwa pembelajaran yang didasarkan pada pendekatan ini akan membawa dampak positif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang agama dan kemampuan mereka dalam berpikir ilmiah”. Ungkap Siswanto.

Sementara itu, Tomi Kepala Sekolah SMP menambahkan “Kami berkomitmen untuk mendukung implementasi konsep-konsep yang telah diajarkan hari ini dan akan bekerja keras bersama-sama dengan para guru untuk menjadikan sekolah ini sebagai tempat pembelajaran yang inspiratif dan berdaya saing. Terima kasih kepada narasumber atas panduan dan wawasannya yang berharga.” Ungkapnya.

Lely, Pengajar matapeajaran Bahasa Indonesia mengatakan. “Materi yang dibagikan oleh narasumber sangat relevan dalam konteks pengajaran Bahasa Indonesia. Sebagai seorang guru Bahasa Indonesia, saya senang melihat bagaimana materi ini membantu kami merancang pembelajaran yang lebih sistematis dan ilmiah.

Prapti pengajar matapelajaran Bahasa Inggris menambahkan bahwa pendekatan yang disampaikan oleh narasumber memungkinkan kami untuk mengintegrasikan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan mata pelajaran lainnya. Ini membantu siswa kami untuk melihat bagaimana Bahasa Indonesia dapat digunakan sebagai alat untuk memahami konsep-konsep dalam mata pelajaran lainnya dalam penguatan literasi dan numerasi.

Ardian pengajar matapelajaran Aqidah mengatakan “berterima kasih atas panduan yang sangat bermanfaat ini, dan saya berkomitmen untuk menerapkannya dalam pengajaran Aqidah. Saya yakin ini akan membantu siswa kami untuk lebih memahami dan mengapresiasi kepentingan pelajaran Aqidah yang bisa diintegrasikan dengan matapelajaran Bahasa Indonesia dan lainnya dalam kehidupan sehari-hari mereka.”

Sementara itu Sulun menyampaikan bahwa “Materi yang disampaikan oleh narasumber sangat penting dalam konteks pembelajaran berbasis riset dan teknologi. Saya sebagai peserta yang mengikuti Capacity Building ini merasa terinspirasi dan lebih siap dalam merancang pembelajaran riset yang berfokus pada fenomena sosial sehingga produk riset dan teknologi bisa langsung dibuat oleh santri.

Sulun menambahkan, bahwa Konsep Al-Quran dan Hadits sebagai acuan untuk riset adalah sesuatu yang sangat menarik. Ini membuka pintu untuk siswa untuk memahami bagaimana nilai-nilai agama dapat diintegrasikan dalam riset mereka. Ini bukan hanya tentang menjawab soal, tetapi juga mengembangkan pemahaman mendalam tentang bagaimana riset dapat membantu menjawab persoalan di masyarakat.

Frestina dari matapelajaran Ekonomi menyampaikan; Saya merasa terpacu untuk mengembangkan ide-ide baru dalam pembelajaran riset berbasis Al-Quran dan Hadits, dan saya berterima kasih kepada narasumber atas panduan dan inspirasinya pada matapelajaran yang saya ampu ternayata akan sangat lebih menarik bagi para santri apabila dikolaborasikan dengan matapelajaran matematika kehidupan, Feqih, Aqidah, Bahsa Indonesia dan Bahsa Inggris.”

Guru Matematika, Septiana menhgatakan bahwa “Materi yang disampaikan oleh narasumber sangat inspiratif dalam konteks pembelajaran matematika. Terkadang, siswa menghadapi kesulitan dalam melihat hubungan antara matematika dengan kehidupan sehari-hari mereka. Namun, dengan pandangan yang diajarkan oleh narasumber, kami sebagai guru matematika dapat membantu siswa untuk lebih menghubungkan konsep-konsep matematika dengan kehidupan mereka.

Pendekatan yang menggunakan Ayat Al-Quran sebagai dasar untuk pembelajaran matematika adalah sesuatu yang sangat menarik. Ini tidak hanya membuat pelajaran matematika lebih relevan, tetapi juga membantu siswa untuk lebih memahami nilai-nilai agama dalam konteks sehari-hari mereka. Ini adalah langkah positif dalam menggabungkan pendidikan agama dan pendidikan matematika.

Kami berterima kasih kepada narasumber atas wawasannya dan berkomitmen untuk menerapkan konsep-konsep ini dalam pembelajaran matematika kami. Kami yakin bahwa ini akan membantu siswa kami untuk lebih memahami pentingnya matematika dalam kehidupan mereka.”

Ustadz Hafid mengatakan bahwa “Materi Capacity Building yang disampaikan oleh narasumber sangat relevan dan bermanfaat dalam konteks pembelajaran Hadits. Kami, sebagai pengajar Hadits, sering kali menghadapi tantangan dalam menjelaskan pentingnya Hadits dan bagaimana memahaminya dengan lebih dalam kepada siswa.

Narasumber telah memberikan wawasan yang berharga tentang bagaimana kita dapat menghubungkan Hadits dengan realitas kehidupan siswa sehari-hari. Ini akan membantu siswa kami untuk lebih mengapresiasi dan memahami pesan-pesan yang terkandung dalam Hadits, serta bagaimana mereka dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Selain itu, integrasi Hadits dengan riset dan teknologi adalah pendekatan yang inovatif. Ini akan membuka pintu untuk proyek-proyek riset yang lebih mendalam yang berkaitan dengan ajaran-ajaran Hadits. Saya sangat berterima kasih atas materi yang sangat berharga ini, dan saya yakin akan berdampak positif pada pembelajaran Hadits di Pondok Pesantren MBS RELIGI.”

Tomi, Kepalas Sekolah SMP MBS RELIGI Al Amin Bojonegoro mengatakan “Ini adalah langkah yang sangat penting dalam perjalanan meningkatkan kualitas pendidikan dan pengintegrasian nilai-nilai agama dalam pengajaran. Kami akan memberikan laporan lebih rinci tentang berbagai implementasi yang dilaksanaan guru di seklah sehingga kita bersama bisa mengetahui impleemntasi ini dalam rangka meningkatakna literasi dan numerasi setiap siswa”. Pungkasnya.

Source : Pengajar Ponpes MBS RELIGI Al Amin Bojonegoro Berkolaborasi Implementasi Pembelajaran Riset&Teknologi Berbasis Al-Quran dan Hadits